Kata Penghubung / Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat

Kata Penghubung / Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat
Kata Penghubung / Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat sangat dibutuhkan dalam penulisan paragraf di dalam novel atau cerpen. Tanpa adanya konjungsi maka akan sulit menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lain. Konjungsi sendiri merupakan sebutan lain dari kata penghubung / kata sambung. Kata sambung adalah kata yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, seperti frasa dengan frasa, klausa dengan klausa,kata dengan kata dan kalimat dengan kalimat. Perlu anda ketahui bahwa konjungsi terbagi menjadi dua jenis yaitu konjungsi antarkalimat dan konjungsi intrakalimat yang mana akan di bahas BLOG BELAJAR kali ini.

Konjungsi Antarkalimat


Konjungsi antarkalimat merupakan kata yang menyambungkan antara kalimat satu dengan kalimat yang lainnya. Sehingga setiap konjungsi ini akan membentuk kalimat yang baru. Dan berikut ini adalah contoh dari konjungsi antarkalimat. (Baca Juga : 30 Contoh Sinonim dan Antonim beserta Kalimatnya).

Contoh Konjungsi Antarkalimat

  1. Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, contohnya seperti : bahkan dan malahan. Contoh kalimat : Dia adalah anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bahkan kecerdasannya setara dengan orang dewasa.
  2. Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya, contohnya seperti : sebaliknya. Contoh Kalimat : Tim Thomas indonesia berhasil lolos ke final piala thomas 2016, sebaliknya tim uber indonesia harus terhenti di perempat final.
  3. Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya, contohnya seperti : lagi pula, tambahan pula dan selain itu. Contoh Kalimat : Kita tak perlu kecewa tim thomas indonesia kalah di final piala thomas 2016, lagi pula masih ada gelaran indonesia open di tahun ini.
  4. Konjungsi yang menyatakan akibat, contohnya seperti : Oleh sebab itu dan oleh karena itu. Contoh Kalimat : Laki - laki itu terlibat perkelahian di tempat umum, oleh sebab itu iya diamankan pihak kepolisian.
  5. Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari keadaan atau peristiwa pada kalimat sebelumnya, contohnya seperti selanjutnya, sesudah itu dan setelah itu. Contoh Kalimat : Pengumuman penerimaan siswa baru telah dikeluarkan pihak sekolah, selanjutnya siswa yang dinyatakan lolos agar segera melakukan pendaftaran ulang.
  6. Konjungsi yang menyatakan konsekuensi, contohnya seperti : dengan demikian. Contoh Kalimat : Anda telah melanggar peraturan kerja yang ada di kantor ini, dengan demikian anda harus membayar denda yang sudah disepakati.
  7. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan pernyataan pada kalimat sebelumnya, contohnya seperti: meskipun demikian / begitu, walaupun demikian / begitu, sekalipun demikian / begitu, biarpun demikian / begitu. Contoh kalimat : Dia adalah pemimpin yang amanah, jujur dan tegas, meskipun demikian masih saja ada orang yang ingin menjatuhkannya.
  8. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya, contohnya seperti : akan tetapi dan namun. Contoh kalimat : Mayoritas masyarakat puas dengan kepemimpinannya akan tetapi masih ada masyarakat yang kecewa dengan kinerjanya.
  9. Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya, contohnya seperti : sesungguhnya dan bahwasanya. Contoh kalimat : Ayah memang selalu keras kepada anak - anaknya , tetapi sesungguhnya iya sayang anak - anaknya.
  10. Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, contohnya seperti : sebelum itu. Contoh kalimat : Pihak Kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 6 kilo gram di dekat pintu masuk pelabuhan. Sebelum itu di hari yang sama, polisi juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 50 kilo gram yang diselundupkan lewat sebuah kapal kecil.

Konjungsi Intrakalimat


Seperti yang telah dibahas di atas bahwa konjungsi di bagi menjadi dua yaitu konjungsi antarkalimat dan konjungsi intrakalimat. Konjungsi intrakalimat adalah kata yang menyambungkan klausa dengan klausa, frasa dengan frasa dan satuan kata dengan kata. Konjungsi intrakalimat terbagi menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif, yang akan dijelaskan dibawah ini. (Baca Juga : Kumpulan Contoh Pantun Terbaik dan Terbaru ).

Konjungsi Koordinatif 

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menyambungkan antara dua klausa atau beberapa klausa tetapi memiliki sintaksis yang sama. Diantaranya yaitu : padahal, lalu, kemudian, sedangkan, melainkan, atau, dan, tetapi.

Contoh Konjungsi Intrakalimat

  1. Padahal : Dia masih malu untuk bernyanyi, padahal dia memiliki suara yang bagus
  2. Lalu : Ibu bangun lebih pagi untuk memasak, lalu bersiap - siap untuk mengantarkan pergi anaknya ke sekolah
  3. Kemudian : Kakak baru saja pulang dari sekolah, kemudian dia pergi lagi untuk bermain
  4. Sedangkan : Adikku buru - buru pergi ke sekolah, sedangkan aku masih ada di tempat tidur
  5. Melainkan : Siswa itu bukannya belajar di kelas, melainkan bermain game di warnet pada saat jam pelajaran
  6. Atau : Adik bingung memakai kaos kaki berwarna merah atau biru
  7. Dan : Hobiku adalah bermain catur dan berenang
  8. Tetapi : Dia sangat suka makan ikan, tetapi dia alergi dengan ikan laut

Konjungsi Subordinatif

Konjungsi Subordinatif adalah (kebalikan dari konjungsi koordinatif), yaitu konjungsi yang menyambungkan  antara dua klausa atau beberapa klausa lain tetapi memiliki sintaksis yang tidak sama. Diantaranya yaitu : bahwa, sampai - sampai, sebab, seolah -olah, walaupun, agar, seandainya, jika, ketika.

Contoh Konjungsi Subordinatif

  1. Bahwa : Kepala sekolah menyatakan bahwa tahun ini sekolah kami tingkat kelulusannya mencapai seratus persen
  2. Sampai - sampai : Dia selalu diejek oleh temannya sampai - sampai ia tidak mau pergi ke sekolah
  3. Sebab : Dia mengalami cidera, sebab ia kurang pemanasan
  4. Seolah - olah : Anak itu bermain seolah - olah menjadi tentara sungguhan
  5. Walaupun : Ayah tetap bermain bersamaku walaupun masih lelah sepulang dari bekerja
  6. Agar : Kita harus berusaha dan berdoa agar dapat mencapai kesuksesan
  7. Seandainya : Dia bisa naik kelas seandainya dia tidak malas belajar
  8. Jika : Sungai ini akan bersih jika masyarakat membuang sampah pada tempatnya
  9. Ketika : Kakek sangat berprestasi ketika masih muda
Demikianlah pembahasan kali ini tentang Kata Penghubung / Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat. Semoga bermanfaat buat anda dan jangan lupa berikan komentar anda untuk artikel ini dan jangan lupa kunjungi terus BLOG BELAJAR.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kata Penghubung / Konjungsi Antarkalimat dan Intrakalimat
Ditulis oleh tutorial cara
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://blogbelajarilmu.blogspot.co.id/2016/05/kata-penghubung-konjungsi-antarkalimat-dan-intrakalimat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright of BLOG BELAJAR.